Menguasai Function Block Diagram (FBD) Siemens LOGO! untuk Pemula

Menguasai Function Block Diagram (FBD) pada Siemens LOGO!: Panduan Lengkap untuk Pemula

Halo Sobat Guru Pintar Listrik!

Pada postingan sebelumnya, kita sudah membandingkan kehebatan Smart Relay Siemens LOGO! dengan Schneider Zelio. Nah, kali ini kita akan menyelam lebih dalam ke salah satu "bahasa rahasia" yang membuat Siemens LOGO! begitu digemari di dunia otomasi industri dan smart building, yaitu Function Block Diagram (FBD).

Function Block Diagram (FBD)
Function Block Diagram (FBD)

Bagi kalian yang sedang mengasah keterampilan di bengkel instalasi, apalagi yang sedang mempersiapkan diri untuk ajang kompetisi keahlian (seperti LKS), menguasai bahasa FBD adalah sebuah keharusan. FBD memungkinkan kita membuat program kontrol yang sangat kompleks menjadi jauh lebih rapi dan ringkas dibandingkan menggunakan Ladder Diagram (LD).

Yuk, kita bedah bersama apa itu FBD, blok-blok dasarnya, hingga contoh penerapannya!

Apa Itu Function Block Diagram (FBD)?

Function Block Diagram (FBD) atau Diagram Blok Fungsi adalah salah satu bahasa pemrograman standar PLC (berdasarkan IEC 61131-3) yang menggunakan kotak-kotak (blok) yang berisi fungsi matematika, logika, atau kontrol tertentu.

Berbeda dengan Ladder Diagram yang cara berfikirnya mirip dengan gambar wiring kabel (kontak dan koil), FBD sangat mirip dengan Gerbang Logika Elektronika Digital. Aliran program pada FBD dibaca dari kiri (Input) ke kanan (Output).

Mengapa FBD Sangat Cocok untuk Siemens LOGO!?

Siemens LOGO! Soft Comfort memang didesain sangat optimal untuk FBD. Ketika sistem Anda mulai melibatkan sensor analog (seperti suhu atau tekanan), perhitungan matematika, dan kontrol proporsional, menggambarnya dengan Ladder akan sangat panjang dan membingungkan. Dengan FBD, semuanya tinggal "tarik dan hubungkan" (drag and drop).

3 Kelompok Utama dalam FBD Siemens LOGO!

Dalam software LOGO! Soft Comfort, elemen-elemen FBD dibagi menjadi tiga kelompok utama di Library sebelah kiri layar:

1. Konstanta dan Konektor (Constants and Connectors)

Ini adalah gerbang masuk dan keluarnya sinyal listrik Anda.

  • Input (I): Mewakili terminal fisik di LOGO! yang terhubung ke sakelar, push button, atau sensor. (Contoh: I1, I2).
  • Output (Q): Mewakili terminal fisik relai internal LOGO! yang terhubung ke kontaktor, lampu, atau beban lainnya. (Contoh: Q1, Q2).
  • Network Input / Output: Digunakan jika LOGO! Anda terhubung ke jaringan internet/Ethernet.

2. Fungsi Dasar / Gerbang Logika (Basic Functions)

Ini adalah pondasi logika digital. Jika kalian ingat pelajaran sistem kontrol elektromekanik, ini adalah bentuk digitalnya:

  • AND: Output akan ON (1) hanya jika SEMUA inputnya ON. Di instalasi listrik, ini sama dengan sakelar yang dirangkai Seri.
  • OR: Output akan ON (1) jika SALAH SATU atau LEBIH inputnya ON. Ini sama dengan sakelar yang dirangkai Paralel.
  • NOT: Ini adalah pembalik (inverter). Jika input ON, output OFF. Jika input OFF, output ON. Berfungsi seperti kontak NC (Normally Closed).
  • NAND / NOR / XOR: Modifikasi dari gerbang dasar untuk logika pemutus atau percabangan khusus.

3. Fungsi Khusus (Special Functions)

Inilah yang membuat Smart Relay disebut "Pintar". Blok ini menggantikan alat fisik yang mahal di panel.

  • Latching Relay (RS Flip-Flop): Blok ini berfungsi sebagai Pengunci (Holding/Interlock). Memiliki pin Set (S) untuk menyalakan dan pin Reset (R) untuk mematikan. Anda tidak perlu lagi membuat looping kabel pengunci seperti pada kontaktor konvensional!
  • Timer: Berisi On-Delay (menunda menyala), Off-Delay (menunda mati), atau Asynchronous Pulse Generator (untuk lampu kedap-kedip/flasher).
  • Counter: Up/Down Counter untuk menghitung jumlah barang pada konveyor atau jumlah putaran mesin.
  • Analog: Blok untuk memproses input tegangan (0-10V) atau arus (4-20mA), seperti pada sensor suhu ruangan (HVAC).

Studi Kasus Bengkel: Membuat Rangkaian DOL (Direct On Line) dengan FBD

Mari kita praktikkan! Bagaimana cara membuat kontrol motor Start-Stop sederhana (DOL) yang biasanya memakai kontaktor dan push button, tapi sekarang kita program di dalam LOGO! menggunakan FBD?

Kebutuhan Hardware / Alamat Logika:

  • I1 (Input 1): Push Button START (NO)
  • I2 (Input 2): Push Button STOP (NC)
  • I3 (Input 3): Thermal Overload Relay / TOR (NC)
  • Q1 (Output 1): Koil Kontaktor Motor (A1-A2)

Langkah Pemrograman FBD:

  1. Siapkan Input & Output: Letakkan blok I1, I2, I3 di sebelah kiri, dan Q1 di sebelah kanan layar kerja LOGO! Soft Comfort.
  2. Gunakan Latching Relay (RS Flip-Flop): Ambil blok Latching Relay dari menu Special Functions. Blok ini akan menggantikan kontak pengunci (NO kontaktor). Hubungkan output blok ini ke Q1.
  3. Logika START (Set): Hubungkan I1 langsung ke pin S (Set) pada Latching Relay. Saat tombol START ditekan, sistem akan mengunci dan motor (Q1) menyala.
  4. Logika STOP & OVERLOAD (Reset): Karena I2 (Stop) dan I3 (TOR) dipasang secara fisik menggunakan kontak NC, maka dalam keadaan normal mereka sudah mengirim sinyal "1" (ON) ke LOGO!. Agar motor mati saat ditekan atau terjadi overload, sinyal NC ini harus dibalik.
    • Pasang gerbang NOT setelah I2 dan I3.
    • Gabungkan keluaran dari gerbang NOT I2 dan NOT I3 menggunakan gerbang OR.
    • Hubungkan keluaran gerbang OR ke pin R (Reset) pada Latching Relay.

Cara Kerjanya: Motor akan menyala dan terkunci saat I1 ditekan. Jika tombol STOP ditekan (memutus arus sesaat) ATAU TOR trip (memutus arus karena beban lebih), sinyal akan mereset blok pengunci dan motor langsung berhenti dengan aman.

Kesimpulan

Belajar Function Block Diagram (FBD) mungkin terasa canggung pada awalnya, terutama jika kalian sudah terbiasa melihat jalur instalasi kabel yang panjang. Namun, ketika berhadapan dengan smart building atau mesin industri modern yang membutuhkan pengaturan waktu presisi, counting, dan pembacaan sensor analog, FBD akan menghemat banyak sekali waktu programming kalian.

Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan fitur Simulation (F3) di software LOGO! Soft Comfort untuk menguji logika kalian sebelum di-download ke perangkat keras (hardware).

Bagaimana Sobat Pintar Listrik? Sudah siap mencoba project FBD pertama kalian di bengkel? Jika ada blok fungsi yang masih membingungkan, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar!


Salam setrum, salam inovasi, dan tetap pintar!


Posting Komentar untuk "Menguasai Function Block Diagram (FBD) Siemens LOGO! untuk Pemula"