Sejarah, Sistem Penyaluran, dan Jenis Konsumen

Panduan Dasar Instalasi Listrik: Sejarah, Sistem Penyaluran, dan Jenis Konsumen

Selamat datang di Guru Pintar Listrik! Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, manusia selalu menghendaki kehidupan yang lebih nyaman. Bagi masyarakat modern saat ini, energi listrik telah menjadi kebutuhan primer. Hampir setiap bangunan, mulai dari rumah tangga, sekolah, rumah sakit, hingga industri membutuhkan energi listrik.
Namun, penting untuk diingat bahwa listrik juga dapat membahayakan manusia dan lingkungan, seperti risiko tersengat listrik atau kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan instalasi listrik yang terencana dan aman. Di Indonesia, penyedia energi listrik dikelola oleh PT. PLN, sementara pelaksana instalasinya dikerjakan oleh instalatir.

1. Sejarah Singkat Penyediaan Tenaga Listrik

Energi listrik adalah bentuk energi yang dapat diubah menjadi bentuk energi lainnya. Tahukah Anda bagaimana sejarahnya?

Dunia

Sejarah tenaga listrik dimulai pada Januari 1882 dengan beroperasinya pusat tenaga listrik pertama di London, Inggris. Pada bulan September di tahun yang sama, pusat tenaga listrik juga beroperasi di New York, Amerika Serikat. Keduanya masih menggunakan arus searah (DC) bertegangan rendah. Pada tahun 1885, sistem arus bolak-balik (AC) mulai dikembangkan berkat hak paten dari Lucian Gauland dan John Gibbs yang dijual kepada George Westinghouse. Sistem inilah yang akhirnya digunakan sebagai transmisi dari pembangkit ke pemakai.

Indonesia

Di Indonesia, penyediaan tenaga listrik dimulai dengan berdirinya pusat tenaga listrik di Gambir, Jakarta pada Mei 1897. Awalnya menggunakan tenaga termis, kemudian disusul oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) seperti PLTA Giringan (1917) dan PLTA Tes (1920). Sebelum Perang Dunia ke-2, listrik dikelola oleh perusahaan swasta seperti NIGEM dan ANIEM. Baru pada tahun 1958, pengelolaannya dialihkan sepenuhnya kepada negara di bawah Perusahaan Umum Listrik Negara.

2. Memahami Instalasi Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik

Di pusat pembangkit, generator digerakkan oleh turbin dari berbagai sumber energi, seperti Air (PLTA), Gas (PLTG), Uap (PLTU), Diesel (PLTD), Panas Bumi (PLTP), hingga Nuklir (PLTN). Dari sana, listrik disalurkan secara terstruktur.
Secara umum, instalasi terbagi menjadi dua bagian utama:

Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik

Ini adalah saluran energi listrik dari pembangkit (generator) yang disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi hingga sampai ke alat pembatas dan pengukur (APP).
Instalasi Penyediaan Tenaga ListrikInstalasi Penyediaan Tenaga Listrik

Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik

Ini adalah saluran kelanjutan dari alat pembatas dan pengukur (APP) sampai ke titik akhir beban (alat-alat elektronik yang kita gunakan).
Dalam proses penyaluran ini, terdapat beberapa istilah jaringan penting yang perlu diketahui:
  • G: Generator / Pembangkit Tenaga Listrik.
  • GI: Gardu Induk.
  • GH: Gardu Hubung.
  • GD: Gardu Distribusi.
  • TT: Jaringan Tegangan Tinggi.
  • TM: Jaringan Tegangan Menengah.
  • TR: Jaringan Tegangan Rendah.
  • APP: Alat Pembatas/Pengukur.
Alur Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik
Alur Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik

3. Klasifikasi Konsumen Listrik di Indonesia

Konsumen listrik yang bersumber dari PLN atau perusahaan swasta lainnya dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok:

Konsumen Rumah Tangga

Umumnya membutuhkan daya listrik antara 450VA hingga 4400VA. Kelompok ini menggunakan sistem 1 fasa dengan tegangan rendah 220V / 380V dan jumlah pelanggannya sangat banyak.

Penerangan Jalan Umum (PJU)

Bebannya berupa lampu jalan dengan daya tiap lampu atau tiang antara 50VA sampai dengan 250VA. Sistem yang digunakan juga 1 fasa dengan tegangan rendah.

Konsumen Pabrik

Kapasitas dayanya berada dalam orde kVA. Pabrik kecil mungkin masih menggunakan sistem 1 fasa, namun pabrik besar menggunakan sistem 3 fasa dengan jaringan tegangan menengah 20kV.

Konsumen Komersial

Meliputi stasiun, hotel, rumah sakit, mall, hingga apartemen. Rata-rata menggunakan sistem 3 fasa, di mana kapasitas kecil menggunakan tegangan rendah dan kapasitas besar menggunakan tegangan menengah.

4. Tabel Standar Daya Tersambung pada Tegangan Menengah

Sebagai referensi tambahan untuk instalasi skala besar, berikut adalah data daya tersambung pada tegangan menengah dengan pembatas untuk tarif khusus.
Tabel Standar Daya Tersambung pada Tegangan MenengahTabel Standar Daya Tersambung pada Tegangan Menengah



Posting Komentar untuk "Sejarah, Sistem Penyaluran, dan Jenis Konsumen"